Kapan Kita Mati ?

Pernah gak kita bertanya-tanya kapan kita akan mati ? Mengerikan bukan membayangkannya…ada beberapa reaksi manusia dalam menghadapi kematiannya. Reaksi seseorang dalam menghadapi kematian sangat tergantung dari ilmu agama yang dimilikinya,

makin jauh dari agama biasanya mereka makin cuek dengan kematian, makin tidak takut akan datangnya kematiannya dan tidak ada persiapan sama sekali.

Semakin tinggi ilmu agamanya yang dimiliki, maka semakin takutlah dia bakal apa yang terjadi pada dirinya nanti.

Orang Selalu menyangka, bahwa kematian yang akan datang terhadap dirinya, seakan-akan masih lama sekali dan dirinya menyangka kematian tidak akan menghampirinya.

Ternyata kita semua tertipu…

Jika anda ditanya kapan anda mati dan anda menjawab MASIH LAMA anda SALAH.

Kematian anda itu sudah dekat..dekat sekali !!

Hidup kita pendek, kita cuma dikasi waktu maksimal rata-rata 60-70 tahunan.

Berapa umur anda sekarang 20 ? 30 ?

Kalau 20 tahun, berarti sisa umur anda tinggal 40 tahun dan itu cepat atau lambat akan datang waktunya.

Coba anda bayangkan betapa cepatnya anda menjalani hidup selama 20 tahun. Kemarin-kemarin kita masih bicara SMA, sekarang udah masuk dunia kerja..gak terasa.

Gak terasa kemarin baru merayakan ulang tahun, sekarang udah ulang tahun lagi.. cepat kan ?

Jadi kapan Kita mati ?…..jawabannya Sebentar lagi….

 

16. Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja."  (al ahzab 33:16)

Gus Dur : Statement Tentang Ahmadiyah

Gus Dur yang dianggap sebagai Bapak Bangsa ini selalu mengeluarkan pernyataan2 yang membingungkan umat islam tentang Ahmadiyah, apakah beliau lupa bahwa semua kata2 yang keluar dari mulut kita akan dipertanggung jawabkan ? maka berHATI HATI

——————————————————————————————— 

"Karena itu bila pada saatnya nanti, aparat pemerintah membawa kasus gerakan Ahmadiyah ini ke pengadilan. Saya siap menjadi saksi ahli dan membela mati-matian di pengadilan (okezone.com)

Akan saya tentang di pengadilan. Nggak usah kuatir. Kita di pihak yang benar kok. Nggak boleh ada organisasi dibubarkan di Indonesia kalau tidak menjalankan kesalahan-kesalahan seperti FPI dan LKI," ujar Gus Dur di Jakarta, Kamis (5/6) (suryalive.com)

"Warga Ahmadiyah harus dilindungi," katanya."Kalau nanti sampai dinyatakan bubar, saya bersedia menjadi saksi di Pengadilan dan kalau perlu, menjadi pembela Ahmadiyah karena ini menyangkut kemampuan kita membela warga negara," katanya lagi. (Di markas Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta Pusat, Ahad (08/06) (syabab.com)

"Selama saya masih hidup, saya akan pertahankan gerakan Ahmadiyah, ngerti nggak ngerti terserah,"
ujar Gus Dur dalam jumpa pers di Kantor PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008).
Menurut presiden RI keempat ini, Ahmadiyah berhak untuk berdiri di bumi Indonesia.
UUD 1945 telah memberikan dukungan konstitusional.
Persoalan Ahmadiyah berdasarkan UUD 1945. Jadi tetap berhak untuk berdiri, jelas Gus Dur.
Gus Dur mempersilakan adanya massa yang menentang keberadaan Ahmadiyah.
"Kalau ada yang bependapat Ahmadiyah salah silakan.
Tapi UUD 1945 itu memberi kebebasaan menyatakan pendapat," tandas cucu pendiri NU Hasyim Ashari ini. (detik.com)

 

Islam Itu Indah

Andaikan ada orang-orang yang mengajak kepada agama ini dengan cara menjelaskan hakekat Islam yang sejati dan mereka menerangkan kebajikannya kepada seluruh mahluk, maka itu sudah sangat cukup untuk menarik manusia masuk ke dalam ISLAM, sebab mereka dapat melihat Islam memenuhi kemaslahatan agama dan dunia, serta kemaslahatan lahir dan bathin, tanpa perlu lagi menyibukkan diri untuk menjawab syubhat(bagian dari fitnah, yang membuat hal-hal jadi rancu dalam agama, mengkaburkan fakta dsb) dan tanpa perlu menyerang serta menyebutkan keburukan agama-agama mereka yang menyalahi Islam.Sebab Islam sendiri akan menolak semua syubhat yang datang kepadanya…
Ketahuilah!! Keindahan Islam ini meliputi semua masalah yang diajarkannya, rambu-rambunya, pokok dan cabangnya, semua yang dia tunjukkan berupa ilmu syara’, ilmu hukum, ilmu alam, dan ilmu sosial.

(kutipan dari buku Sungguh Islam Itu Indah yang ditulis Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di)